Choose Language
id us

Tingkatkan Inovasi dan Teknologi, Langkah Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

May 19th, 2021 5:50 pm


Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan peran inovasi dan teknologi akan membantu Indonesia keluar dari Middle Income Trap, kepada Diaspora Indonesia secara virtual, Rabu (19/5). Indonesia menargetkan keluar dari Middle Income Trap pada 2036 dan menjadi negara maju pada 2045. “Kalau kita tumbuh 5 persen pakai basis 2015, 2036 kita lepas dari Middle Income Trap, kemudian pada 2045 kita mencapai higher economy. Tapi kalau kita biasa-biasa saja, kita bisa disalip Filipina dan Vietnam. Kuncinya di total factor productivity,” jelas Menteri Suharso.

Dua negara di Asia Tenggara yang berada di Middle Income Trap dan berhasil mencapai higher economy adalah Singapura yang mampu mengandalkan sumber daya manusia meskipun tidak kaya sumber daya alamnya, serta Brunei Darussalam yang kaya akan minyak. Sementara, Malaysia dan Thailand berada pada Upper Middle Income. Sedangkan Indonesia berada di batas antara Lower dan Upper Middle Income yang sangat rentan turun ke Lower Middle Income akibat pandemi.

“Bukan hanya Indonesia tapi dunia, hari ini tidak ada negara di dunia yang mau mengajak bekerja sama mengatasi pandemi kecuali WHO. Untuk vaksin saja kita rebutan. Kalau begini caranya, ini tidak akan selesai 2022, 2023. Kita pernah mengalami flu Spanyol pada 1819 karena Perang Dunia I dan kemudian inovasi mulai bareng-bareng muncul seperti itu dan masih banyak negara jajahan, dan yang diuntungkan adalah negara penjajah itu,” urai Menteri Suharso.

Menteri Suharso menekankan pentingnya menguasai teknologi. “Kita harus punya kemampuan sendiri. Kita harus membangun kemampuan kita sendiri. Anda semua yang mendapat kesempatan untuk belajar, itu tugas Anda sekalian. Kita harus masuk di sektor-sektor ilmu pengetahuan. Kita bicara teknologi 5.0 ke depan, sedangkan Indonesia masih ada yang 1.0 atau 2.0,” jelas Menteri Suharso.

Teknologi dan inovasi berperan sebagai katalis dalam mendukung industri 1.0 dan 2.0. Investasi dan inovasi adalah dua hal yang saling mempengaruhi. Investasi dibutuhkan untuk melakukan inovasi, tetapi inovasi juga diperlukan untuk menarik investasi. “Saya ingin memotivasi Anda semua. Kami sudah membuat policy, kami sudah menyusun sedemikian rupa. Dirigenisasinya memang ada di kami, Kementerian PPN/Bappenas. Kami tidak hanya duduk manis tapi kami juga datang ke lapangan, kita lihat apakah ada konvergensi antara program nasional dengan daerah, apakah sesuai dengan trajectory nasional,” pungkas Menteri Suharso.

369

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2021 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//