Choose Language
id us

Menteri Suharso Kunjungi Bali untuk Dorong Ekonomi Biru

May 8th, 2021 5:43 pm


Dalam rangka mencari daerah percontohan untuk ekonomi biru dan hijau, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melakukan Rapat Bersama Gubernur Provinsi Bali, Sabtu (8/5). “Hasil pertemuan ini saya ingin punya lima lembar saja untuk saya berikan kepada Presiden, kemudian isinya itu pasti policy option untuk memberikan insentif kepada Bali terkait revitalisasi dan mendorong ke ekonomi biru. Nanti kebijakan imperatif itu yang memperbaiki dan menghasilkan sesuatu dan menjadi luar biasa. Ini menurut saya PR-nya,” urai Menteri Suharso. 

Kementerian PPN/Bappenas akan mendukung Provinsi Bali memenuhi kriteria sebagai daerah percontohan ekonomi hijau dan biru dalam tiga hal, yakni mengatasi masalah TPA Sarbagita Suwung, mengatasi masalah listrik yang dihasilkan, dan mendorong pertanian organik. Menteri Suharso mencontohkan sistem pengolahan sampah di Jepang dimulai dari pemilahan sampah di rumah tangga hingga truk pengolah sampah mengambil sampah sesuai jadwal di setiap rumah. Cara makan orang Jepang yang terukur sesuai porsi turut meminimalisasi sampah makanan. “Nah ini bagus untuk Bali karena di sini kan ada pecalang. Nah, pecalang itu bisa mengatur di rumah tangga. Kan setiap hari itu ada waste yang dalam bentuk daun, bisa didaur ulang. Jadi ada teknologi di sana,” jelas Menteri Suharso.

Menteri Suharso juga menekankan penyelesaian masalah sampah harus diselesaikan mulai dari hulu. “Saya sampaikan ke gubernur, Klungkung termasuk yang termaju untuk menyelesaikan sampah itu di tingkat hulu. Jadi apa yang sudah didemonstrasikan Bupati di sini, bisa menjadi contoh bagi daerah lain khususnya yang punya tipikal seperti Klungkung di Kabupaten Bali,” urai Menteri Suharso saat mengunjungi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi di Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu (9/5).

Ada tiga hal yang mendukung Bali menjadi destinasi pariwisata, yakni bisa mengelola sampah di tingkat hulu dan hilir, secara bertahap mengurangi kendaraan bermotor yang menggunakan BBM, dan mulai menggunakan listrik yang sekaligus mendatangkan PAD, serta pertanian organik. Melalui produk kompos yang dihasilkan dan dibagikan secara gratis kepada petani, Menteri Suharso mengatakan TOSS Center dapat mengatasi kemiskinan dan memperbaiki faktor input di petani sehingga Nilai Tukar Petani akan meningkat. “Dengan mendorong pangan organik, ini sudah satu step ke depan bagi kabupaten. Kementerian PPN/Bappenas sedang mendorong seluruh daerah untuk mempromosikan pertanian organik dan ini akan menjadi unggulan di Bali,” pungkas Menteri Suharso.

162

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2021 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//