Choose Language
id us

Menteri Suharso Dorong Angka Perkawinan Anak Turun Hingga 8,74 di 2024 dan 6,94 Persen di 2030

February 5th, 2020 8:59 am


JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menekankan pencegahan perkawinan anak merupakan bentuk perlindungan Pemerintah Indonesia terhadap hak anak untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, praktik perkawinan anak di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 3,5 persen. Namun, penurunan ini masih tergolong lambat dan diperlukan upaya yang sistemik dan terpadu untuk mencapai target 8,74 persen pada 2024 dan 6,94 persen pada 2030.

“Saya harap Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk bekerja bersama dalam menyelesaikan isu kompleks perkawinan anak,” jelas Menteri Suharso dalam acara Peluncuran Dokumen Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA) dan Laporan Pencegahan Perkawinan Anak: Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda, Selasa (4/2) di Hotel Pullman Jakarta. Acara ini bertujuan untuk menyampaikan data terbaru perkawinan anak, faktor yang mempengaruhi, dan strategi pencegahan, serta meningkatkan komitmen bersama dalam mencegah perkawinan anak.

Perkawinan anak merupakan persoalan multidimensi. Kemiskinan, kondisi geografi, kurangnya akses terhadap pendidikan, ketidaksetaraan gender, konflik sosial dan bencana, ketiadaan akses terhadap layanan dan informasi kesehatan reproduksi komprehensif, norma sosial yang menguatkan stereotipe gender tertentu (misalnya perempuan seharusnya menikah muda), dan budaya (intepretasi agama dan tradisi lokal) adalah faktor yang ditengarai berkontribusi terhadap masih tingginya prevalensi perkawinan anak di Indonesia. Laporan Pencegahan Perkawinan Anak yang disusun Badan Pusat Statistik bersama dengan UNICEF dan PUSKAPA UI memperbaharui data terkait perkawinan anak dan faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhinya seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pekerjaan.

“Berbicara kebijakan dan strategi pembangunan, kami baru saja menyelesaikan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Di dalam RPJMN 2020-2024, perkawinan anak menjadi salah satu indikator di dalam Prioritas Nasional 3 meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, pada Program Prioritas peningkatan kualitas anak, perempuan, dan pemuda. Angka perkawinan anak ditargetkan turun dari 11,2 persen di 2018 menjadi 8,74 persen di 2024. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), angka perkawinan anak diproyeksikan terus menurun sampai 6,94 persen di akhir 2030,” pungkas Menteri Suharso dalam sambutannya.

Unduh Notulensi Grafis

212

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2020 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//