Choose Language
id us

Informasi Pembangunan

Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan I Tahun 2020

June 17th, 2020 9:46 am


Pada triwulan I tahun 2020 dunia diguncang pandemi COVID-19 yang memaksa berbagai negara mengurangi aktivitas ekonomi. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi semua negara kembali tertekan. Pertumbuhan beberapa negara mengalami kontraksi, dan sebagian lainnya masih tumbuh positif meskipun jauh dibawah pertumbuhan normal. Perekonomian Tiongkok berbalik terkontraksi hingga 6,8 persen. Jepang terkontraksi semakin dalam sebesar 3,4 persen. Sementara itu, Amerika Serikat masih tumbuh positif sebesar 0,3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri tertekan menjadi 2,97 persen. 

Pertumbuhan ekonomi di sebagian besar wilayah tumbuh lebih lambat. Wilayah Bali Nusra, Kalimantan, serta Maluku Papua tumbuh di bawah pertumbuhan nasional. Seluruh komponen pengeluaran menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat menjadi sebesar 2,8 persen. Kinerja ekspor dan impor juga menurun seiring terhambatnya aktivitas perdagangan antar negara. Impor terkontraksi 2,2 persen sementara ekspor tumbuh 0,2 persen. Sektor utama Indonesia tumbuh melambat namun sektor jasa tumbuh lebih cepat. Sektor jasa kesehatan tumbuh hingga 10 persen pada triwulan berjalan. Kinerja tersebut terkait dengan penyebaran wabah COVID-19 yang mendorong permintaan jasa kesehatan. 

Tahun 2020 diperkirakan akan mejadi tahun yang berat terutama dari sisi perpajakan. Hingga akhir triwulan I tahun 2020, penerimaan perpajakan melambat 0,02 persen. Namun, secara keseluruhan realisasi pendapatan negara dan hibah meningkat hingga Rp376,0 triliun. Sementara itu, belanja negara juga meningkat menjadi Rp452,4 triliun didorong oleh belanja modal dan belanja sosial. Meskipun meningkat, namun komponen Transfer Ke Daerah dan Dana Desa mengalami penurunan yang terkendala proses pemenuhan persyaratan penyaluran TKDD. 

Dari sisi moneter, suku bunga acuan diturunkan secara bertahap dari 5,00 persen menjadi 4,50 persen sepanjang triwulan I tahun 2020. Kondisi pasar keuangan global yang tertekan ketidakpastian pandemi menyebabkan nilai tukar Rupiah melemah cukup dalam selama Februari hingga Maret. Namun, inflasi domestik tetap terkandali dan stabil pada kisaran 3±1 persen, meskipun inflasi harga bergejolak mencapai 6 persen. Sektor jasa keuangan cukup terkendali ditopang oleh kondisi permodalan dan likuiditas. 

Kinerja neraca pembayaran Indonesia mengalami defisit disebabkan oleh turunnya surplus neraca transaksi modal dan finansial sejalan dengan ketidakpastian di pasar keuangan global. Sementara itu, defisit neraca transaksi berjalan turun didorong peningkatan neraca perdagangan barang yang lebih besar dari kenaikan defisit neraca jasa. 

Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 secara keseluruhan diprediksi terkontraksi yang terutama terjadi di negara-negara maju. Sebagian negara di Asia diprediksi tetap tumbuh positif. Pertumbuhan Indonesia diproyeksi melambat dalam rentang -0,4 hingga 2,3 persen dengan puncak perlambatan pada triwulan II tahun 2020. Perlambatan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran terutama konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kinerja ekspor dan impor diprediksi terkontraksi pada keseluruhan tahun ini.

 

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan I Tahun 2020 : Download

3380

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2020 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//