Choose Language
id us

Bappenas Pastikan Penerima DAK Sesuai Kebutuhan Daerah dan Prioritas Nasional

May 19th, 2021 5:45 pm


Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Sosialisasi Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Nonfisik 2022 secara daring yang dihadiri Bappeda seluruh Indonesia. Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menekankan pentingnya alokasi anggaran yang terfokus dan sesuai prioritas pembangunan. Perencanaan anggaran juga perlu adaptif untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai. “Saya kira kita paham betul bahwa yang tetap adalah tujuan pembangunan, caranya tentu disesuaikan dengan tantangan dan peluang yang sifatnya dinamis. Kita harus merespons terhadap disrupsi, termasuk game changer yang berbentuk pandemi,” ujar Menteri Suharso, Rabu (19/5).

Menteri Suharso mengatakan masing-masing daerah tidak akan mendapatkan jumlah dana dan sektor pemulihan yang sama. DAK akan dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai prioritas nasional. Untuk itu, nantinya dana yang disalurkan ke daerah akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap daerah. Menteri Suharso juga mengatakan pentingnya pembedaan tujuan penggunaan DAK agar tidak tercampur dengan sumber pembiayaan lainnya. “Artinya, tidak semua kegiatan dapat didanai dana transfer khusus dan DAK juga bertujuan untuk membantu bagaimana fiskal daerah mampu membiayai kegiatan di daerah,” imbuh beliau.

Sesuai tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, DAK ditujukan untuk mendukung pemulihan pascapandemi khususnya di tujuh sektor, yaitu industri, pariwisata, ketahanan pangan, UMKM, infrastruktur, reformasi pendidikan dan keterampilan, serta reformasi kesehatan. “Sistem kesehatan saat ini sedang benar-benar diuji, karena itu saya berharap Bappeda memberikan perhatian saksama terkait kesehatan. Bukan terkait pembelian alat kesehatan, tetapi betul-betul sesuai kebutuhan dan ketersediaan tenaga kesehatan,” tutur Menteri Suharso. Sektor pariwisata yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan sentra industri kecil dan menengah, juga diharapkan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat. Sementara untuk memperkuat ketahanan pangan, Menteri Suharso mendorong daerah untuk meningkatkan Nilai Tukar Petani.

Ke depan, DAK 2022 akan dioptimalkan dengan beberapa perbaikan, salah satunya dengan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS). Pendekatan THIS ini bertujuan agar perencanaan pembangunan semakin terintegrasi baik secara spasial dan sesuai dengan tema Major Projects di level nasional. “Agar dampak dari DAK yang disalurkan bisa mencapai outcome yang ditentukan,” ucap Menteri Suharso. Perbaikan lainnya adalah dengan memastikan lokasi prioritas yang selektif, sesuai kebutuhan daerah. Menteri Suharso menekankan, Kementerian PPN/Bappenas memastikan penerima DAK sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap daerah. 

463

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2021 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//